Rabu, 30 Januari 2013

Manusia Bukan Ciptaan Paling Sempurna


Mungkin beberapa diantara pembaca sering berpikir tentang hidup, filosopi hidup, tujuan hidup dan apapun yang berkenaan dengan kehidupan kita manusia. Pernahkah pembaca mendengar teori "Makhluk yang paling sempurna diciptakan oleh Tuhan adalah manusia!" pernah kan? Mungkin teori tersebut cukup familiar kita dengar sejak SD dan menjadi seperti suatu paham yang tertanam di kepala kita masing - masing. Mungkin karena itu juga dominan manusia menempatkan dirinya di atas mahluk lainnya. Mungkin itu menyebabkan kita merasa berhak atas banyak hal di dunia ini. Mengolah, mengeksploitasi, merusak dan mengambil nyawa hewan buas dengan alasan keselamatan manusia. Namun coba kita pikir ulang, benarkah kita "Manusia" adalah makhluk yang paling sempurna?
Pernahkah pembaca berpikir untuk apa beliau yang kita sebut dengan "Tuhan" menciptakan "Manusia"? Jika pembaca memikirkan jawaban yang sama dengan saya, maka timbul pertanyaan kedua, "Untuk apa Tuhan menciptakan kehidupan?" apa pertimbangan, maksud dan tujuannya? yahh paling nggak itulah yang dipikirkan oleh orang awam seperti saya.
Setelah saya mempertimbangkan, melewati berbagai proses pemikiran yang saya temukan saat duduk sendiri di pinggir lapangan bola siang - siang bolong setelah terjadi pertengkaran hebat di rumah bersama Ibunda tercinta, dan banyak masalah berat yang menghampiri setahun blakangan ini (sorry agak ga nyambung sama konfliknya), makhluk yang paling sempurna bukan manusia,tapi tumbuhan. Tak perlu merasakan sakit, tak perlu berusaha terlihat lebih baik di mata orang lain, tak butuh rasa cinta dan emosi, bahkan tak perlu tersenyum untuk ungkapkan isi hati. Mereka hanya tumbuh dan tumbuh, apa yang mereka terima selalu mereka kembalikan dalam bentuk lain (Oksigen, rasa sejuk, perlindungan dll). Mreka selalu memberi.Mereka adalah kunci awal rantai makanan. Mereka juga pondasi piramida makanan. Manusia tak bisa hidup tanpa tumbuhan, tapi tumbuhan tanpa manusia mungkin akan lebih baik. Terbukti, blum pernah ada laporan pencemaran limbah kimia dari masa jurasik.
Tumbuhan tidak tergoda nafsu duniawi, tak merasakan derita dari rasa sakit, mereka hidup dengan kedamaiannya sendiri, tanpa dendam, tanpa kasih, namun tetap memberi banyak hal bagi sekitar. Mereka tak berharap balasan, karena tak punya pikiran untuk mengharap pamerih. Mereka punya jiwa, tanpa nafsu duniawi jiwa mereka suci bukan? Bukankah itu kedamaian dan ketenangan yang dicari manusia dalam kisah - kisah pertapaan? bukankah itu juga salah satu hal yang sudah mulai dilupakan manusia saat ini?
Manusia memang yang memiliki panca indera yang paling lengkap, penuh dengan kelebihan, namun jika tidak kita pergunakan dengan benar panca indera kita itu malah akan membuat kita lebih jauh dari kesempurnaan. Mungkin malah seorang yang cacat bisa berpikir lebih bijak daripada bajingan yang ngebut di jalan.

Begitu menurut saya. Semoga tulisan goblok saya ini bisa memberi inspirasi pada pembaca sekalian :)
Jika pembaca punya pendapat atau cara pandang lain mengenai hal ini tolong sampaikan ya.
Thanks buat kesediaannya udah mau baca ;)